ketika mellow menghasilkan cerita.
selamat sore :)
The Last Messages for Nindya
Sudah 3 hari sejak mereka
bertengkar, Nindya tidak ada kabar. Ponselnya mati,segala macam bentuk sosial
media dia non-aktifkan, dia bagaikan di telan ombak tanpa jejak.
Terakhir Nindya cerita kalau
dia sedang ada masalah dengan kekasihnya,entah masalah apa saya pun tidak
begitu mengerti. Sudah 15 kali saya datang ke rumahnya namun tetap saja saya
tidak bisa menemui batang hidungnya, ibunya selalu bilang kalau Nindya tidak
mau di ganggu oleh siapapun. Hanya untuk mandi dan makan saja Nindya baru
keluar kamar, dia menjadi bisu seketika. Kata ibunya ,tatapannya kosong,hatinya
sunyi,sikapnya dingin. Aku benar-benar benci dengan laki-laki itu yang sudah
membuat hidup Nindya seperti itu.
“kamu tau sa , aku
benar-benar mengerti tentang kesibukan dia apalagi ini akhir tahun pasti di
kantornyas sedang sibuk-sibuknya,tapi apa sesibuk itu sampai-sampai semua
Line,sms,BBM, bahkan telfon tak ada respon sama sekali. Berkali-kali aku chatt
dia tak ada yang dia read sama sekali, ya sudah ku delete saja nomernya”
katanya ketika dia menelfon ku malam-malam, dan selepas dia bercerita esoknya
Nindya yang ku kenal berubah.
Ku ketuk pintu kamarnya
tidak ada suara,sunyi,kamarnya gelap,pintu kamarnya terkunci. Aku takut Nindya
akan berbuat yang aneh-aneh. Tapi aku mendengar sebuah lagu... dari liriknya
aku hafal karena itu lagu kesukaan aku dan Nindya tapi tiap aku memanggil
selalu tidak ada jawaban, aku benar-benar khawatir.
Waktu begitu cepat berlalu,
alarm ku berbunyi. Minggu ini aku sengaja menyetel alarm pukul 6 pagi. Ibu ku
memanggil katanya ada tamu untukku. Segera bangkit dari kasur dan cuci muka. Aku
turun tangga dan menuju ruang tamu, terkejut.. siapa lagi coba pemilik rambut
panjang sebahu dan sangat hitam berkilau kalau bukan Nindy Putri lesmana
namanya, memakai dress warna Pink aku hafal itu adalah kado dari ku. segera ku
peluk bocah satu ini.
“heii.... kamu belum mandi”
katanya
“bodo amat , aku ga peduli. Kangen
tau . kemana aja hah ? “ kataku kesal
“gak kemana-mana, di rumah
aja. Aku mau pamit...” katanya dengan tenang, aku melihat Nindya seperti
terlahir kembali , wajahnya berseri-seri,dia memang cantik,putih mulus dan
pipinya cabi meskipun dia kurang tinggi tetap saja dia imut.
“bentar.. tumben pakai baju
warna pink...”
“ini kan baju pemberian dari
kamu, pengen aja ,warnanya cantik..hehe” katanya usil
“kamu tadi bilang mau pamit
? memangnya mau kemana ? “
“hari ini pesawat nya jam
satu siang akan mengantar aku ke Bali ! “ jawabnya tegas.
“hah... kamu mau ke sana
sendirian ? “ kataku ragu
“iya.. bye.. ma’af ya udah bikin kamu bolak-balik ke rumahku.
Resa emang sahabat terbaik yang ngertiin aku banget. Sana mandi dan antar aku
ke bandara. “
“ouh oke gak masalah. Tunggu
15 menit ya “
Entah apa yang akan di
lakukan anak itu, yang aku tau pacarnya itu tinggal di Bali dan Nindya ingin ke
Bali dan dia menemui Pacarnya itu.
15 menit kemudian
“mah aku anter Nindya ke
bandara dulu, ini mobil aku pakai dulu ya” ijin ku pada mamah yang sedang sibuk
memandikan adik kecilku
“iya sa hati-hati,Nindya
hati-hati ya”
“iya tante” sautnya kencang
“weeess santai aja kali”
kataku sambil melirik kesal padanya.
Jakarta pukul 06.50 WIB
lumayan ramai lancar apalagi ini hari Jum’at, dalam perjalanan menuju Bandara
Soekarno-Hatta Nindya masih diam sambil melihat ponselnya, aku masih fokus
menyetir.
“sa kita mampir dulu ke bu
ayu yang jualan nasi kuning itu, laper nih “
“oke... “
Kami berdua sarapan dulu di
nasi kuning langganan Nindya.lumayan ramai kami menunggu sejenak.
“sa..” panggilnya
“iya nin ada apa, ? “ kataku
santai
“sebenernya selama seminggu
ini aku terus di kamar,ngurung diri, dengerin lagu melow,sampai nangis dan ga
bisa tidur. Mau tau kenapa ? dia selama ini gak ngabarin dan selama seminggu
menunggu balesan dari dia. Ini lihat sendiri...” Nindya menunjukkan balasan
dari pacarnya itu.
“ma’af
ya Nindya baru di balas, ini bukan Bayu. Saya temannya Bayu . selama seminggu
ini saya dan teman-teman dekatnya mencoba membuka kunci ponselnya dan setelah
berhasil di buka saya berusaha lagi untuk membuka kunci aplikasi Line dan BBM. Saya
gak tau apa masalah kalian, tapi saya harus kasih tau ke kamu kalau Bayu udah gak ada, dia sudah
tenang . Bayu gagal operasi transplantasi hati. Saya gak tau kenapa bisa gagal
dan apa penyebabnya, tapi ini yang kami ketahui dari pihak rumah sakit. Ma’af
kami baru memberitahu mu sekarang. Jika kamu ke bali kabarin ke nomer 09898756XXX
saya akan jemput kamu di bandara dan saya antar ke pemakaman Bayu. Sekali lagi
Ikhlas kan dia dek. “
Sambil membaca pesan
terakhir itu ,mataku berkaca-kaca ,pening, jadi ini yang membuat sahabatku
Nindya mengurung diri di kamar. Entah apa yang harus ku lakukan , kulihat
Nindya raut wajahnya nampak jelas kalau ia tak percaya mencoba senyum walaupun
sakit, aku memeluknya, tangisnya pecah tak dapat di tahan. Kami tidak peduli
dengan pikiran orang-orang sekeliling kami. Sesak .
Kami melanjutkan perjalanan,
Nindya masih menunggu.aku mengerti sekarang. Kita tidak bisa berandai-andai
dalam masalah,berpikir negatif , kita tidak pernah tau yang memang tidak kita
ketahui dalam masalah orang. kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya, manusia boleh berencana tapi tetap Tuhan yang akan memutuskan kehendak terbaiknya.

