Minggu, 10 Juli 2016

ciamis

Ciamis sebuah kota yang terletak di jawa barat yang kebanyakan masyarakatnya menggunakan bahasa daerah berlogat sunda, meskipun mereka bicara sunda tidak semua masyarakatnya asli ciamis.contohnya , saya. Baru 8 hari saya di ciamis dan saya sudah bisa sedikit demi sedikit bicara sunda, unik dan saya senang bisa mempelajari bahasa baru. Tentang ciamis, kota ini dan selama saya disini banyak pelajaran yang saya ambil , mulai dari terjun langsung melayani kebutuhan masyarakat yang akan mudik, membaur bersama senior dan alumni, membantu Tc bapak-bapak yang sudah tak muda lagi, meskipun mereka sudah tidak muda tapi semangatnya begitu tinggi seperti anak muda, tentunya saya tidak boleh kalah dengan mereka. Saat fajar masih menerbitkan cahayanya aku tersenyum sejuk , karena untuk pertama kalinya aku melihat matahari terbit di ufuk timur, sungguh indah sekali. Kabut-kabut mulai hilang terpapar cahayanya. Kabut-kabut itu hilang... saya tidak ingin seperti kabut. *bukanbacaanserius* Ku buka ponsel yang sedari tadi bunyi dan tiada henti pemberitahuan dari line. “berisik banget si” kataku Ku masukkan kode untuk membuka ponsel ku, aku buka satu persatu line yang masuk. Apa ini ? mengapa isi pesannya sama padahal dari orang yang berbeda. ‘be patient ‘ , ‘yang tabah ya sis, masih ada kita’ , ‘sabar ya sis, mungkin dia sudah saatnya untuk pergi’ Aku mengernyitkan dahi dan masih bingung apa yang terjadi. Sabar ? maksudnya ? Aku buka grup kelas, disana sudah ada 100 percakapan dari seluruh teman-temanku. Pesan yang sama juga muncul yang mengatakan sabar. Aku berfikir siapa yang meninggal dunia ? Ketika aku scrool ke atas, Ouh , jadi ini. “lalu aku harus apa ? “ “yang sabar ya sis” Aku tidak peduli, memangnya kenapa kalau Rana memposting foto bersama perempuan,bukankah itu bagus. Itu artinya dia tidak Homo kan.. bagus untuk masa depannya, ada yang menyemangati dia selalu. Lantas apa yang di fikirkan orang-orang mengenai ini ? aku bahkan memberikan tanda jempol di foto itu. Lagi pula itu kan , sarah . sepupu Rana yang kini sudah lulus SMA. Mana mungkin aku terkejut, dulu Rana pernah memberitahu aku tentang sepupu nya yang akan kuliah ke luar negeri, pantas saja wajahnya cantik karena ibunya juga begitu cantik di usia 40-an. Mereka yang tidak tahu apa-apa malah jadi begini. Saran dari saya, coba klarifikasi sebuah cerita dan foto dengan orangnya langsung. Sungguh gara-gara kejadian itu, siska menjadi bulan-bulanan anak-anak katanya cintanya di campakkan. Saya turut prihatin kejadian yang menimpa siska. Kamu yang sabar ya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar