Rabu, 20 Juli 2016

MAWUT (campuran hidup)


sebuah cerita malam hari dari anak rantau ... dengan ini aku persembahkan sebuah cerita fiktif setengah nyata...hhee.... 'revisi cerpen' 


                                                                MAWUT

Laki-laki itu masih berdiam diri di pojokan cafe, saat itu cafe sedang ramai sekali aku memperhatikan laki-laki itu terus menerus , lama kelamaan dia mulai menitikan air matanya sambil memegang foto yang dia hadapkan pada wajahnya. kopi hitam yang dia pesan pun telah dingin sepertinya. Sudah satu jam dia duduk mematung sambil melihat layar laptopnya. Apa yang dia lihat ? pikirku
Kemudian laki-laki itu mencoba meminum kopi hitam pesanannya, dia menempelkan mulutnya pada bibir cangkir..... hanya sedikit yang dia minum. Lalu dia memandang keluar , kaca jedela yang begitu bening dapat memperlihatkan suasana di luar sana . memang kala itu suasana di luar sedang cerah. Dia menarik nafas panjang dan mengeluarkan kembali. Aku heran dengan laki-laki itu, sudah sering aku melihatnya duduk di pojokan sana, pesanannya selalu sama “kopi hitam”  lalu laptop terbuka dan di sisi laptopnya ada sebuah foto, pengunjung tersebut sudah 10 hari seperti itu tiap datang ke kafe kami, untuk waktu dia duduk di sana tak Cuma-Cuma , 5 jam dia duduk hanya memandangi laptopnya , sekedar berdiri hanya untuk ke toilet lalu duduk kembali disana. Ini sudah hari ke -11 dia melakukan hal yang sama dan lama-lama aku geram juga, menurutku mengganggu kenyamanan pengunjung lain. Karena seketika dia menangis lalu terpejam matanya , matanya merah dan hidung mancungnya juga ikutan merah karena terlalu lama menangis.
Akhirnya aku menghampiri laki-laki itu , dengan pakaian pelayan kafe macam saya ini, ku beranikan untuk bertanya padanya.
“permisi..ada yang bisa saya bantu”
“tidak” katanya singkat , matanya merah dan wajahnya terlihat aneh tapi tetap masih terlihat manis, sepertinya dia orang Bandung. Pikirku
“mata anda merah , anda menangis ? “
Laki-laki itu menatapku dengan lemah, matanya kosong seperti tidak ada harapan untuk hidup lagi, nafasnya ter-engah’engah  tanganya menarik tanganku dan mengajak duduk di sampingnya, aku menurut
“lihat ini gadis ini... “ katanya sambil menunjukkan foto tersebut
“iya, dia cantik... apa dia pacarmu ? “
“iya.. dulu, dan ini (sambil memberitahu foto di tangan kanannya) “
“mengapa dia bersama laki-laki lain ? dan mengenakan cincin pertunangan dan ini lokasinya di Bali ? iya kan ? “
“iya , kamu benar. Dia memutuskan saya saat H-7 pernikahannya , saya sudah 5 tahun pacaran dengan dia,meskipun kami beda keyakianan tapi saya begitu mencintainya, saya menghabiskan banyak waktu demi dia agar dia bahagia. Tapi saat saya bertanya apakah dia mau mengikuti saya. Jawabannya adalah tidak. Setelah itu dia menghilang”
“dan sekarang dia sudah bersama dengan orang lain . dan kamu sedih ? “
“apa kamu bodoh ? ! laki-laki mana yang tidak sedih di tinggal kekasihnya dan dia lebih memilih yang lain “
“baik saya paham. Lalu foto yang ada di laptop anda ,mengapa gadis itu beda ? “
“dia adalah Teratai, gadis ciamis yang lucu dan baik. Hatinya begitu tulus, sabar, rela berkorban demi teman-temannya untuk membuat mereka senang. Gadis ini selalu terlihat senang , ceria , tidak pernah memperlihatkan wajah sedih, tapi saya pernah 3 kali membuat dia menangis dan kecewa. Kekecewaan yang terhebat adalah saya lebih memilih gadis ini daripada tera. Kami dulu begitu dekat,saya nyaman bersama dia,entah apa yang membuat saya untuk menjauhi dia dan memamerkan pacar baru saya di sosial media. Semuanya kacau, saya telah membuat hidup seorang gadis baik berantakan. Dan saya merasa tidak bersalah . SAYA TIDAK SALAH  ! “ katanya dengan nada amarah di bagian kalimat terakhir. Saya miris mendengar ceritanya.
“dan ini, gadis yang pernah saya buat kecewa....lihat... (sambil menunjukkan foto gadis itu yang sedang mengisi acara di sebuah stasiun televisi) “ katanya melanjutkan
“wow... cantik sekali dia, sukses” kataku memuji gadis tersebut
“iya, kini dia sukses dengan kariernya dan ini pasanganya.. “
Kata laki-laki itu menambahkan sembari memperlihatkan foto Tera bersama pasanganya
Tiba-tiba laki-laki itu menangis lagi dan ia berdiri dengan penuh amarah,saya yang tadinya berada di dekatnya bangkit  dan laki-laki itu berteriak di dalam kafe ,membuat keributan dan pengunjung lainnya ikut terkejut lalu keluar kafe , petugas keamanan segera mengamankan laki-laki tersebut , saya memanggil ambulan dalam 10 menit mobilnya datang dan para tim medis langsung berusaha membius laki-laki itu. Saat sudah berhasil di tenangkan , ada gadis cantik yang masuk kafe dan mendekati tim medis yang akan membawa laki-laki itu.
“tunggu... jangan bawa dia ke rumah sakit. Saya akan menangani laki-laki ini. Mohon semuanya untuk tenang dan jangan melebihkan cerita di kafe ini” kata gadis itu pada pihak rumah sakit dan manajer kafe saya.
“baiklah, dia sudah kami bius. Setidaknya lebih tenang” jawab perawat laki-laki itu
Laki-laki tadi di baringkan di lt. 2 cafetarian , gadis itu menunggu sadar laki-laki tersebut. Saya seperti mengenal gadis ini,
“teratai ? “ kataku asal
“iya ? mba kenal saya ? “  jawabnya lembut
“iyaaa... saaayaaaa baru saja mendengar cerita tentang anda, iinnii laki-laki ini.... “ kataku sambil bergetar aku mengucapkannya
“ou..iya dia teman saya waktu kuliah dulu,kebetulan saya lewat sini untuk berbelanja di toko sebelah dan mendengar ada keributan. Setelah saya masuk dan melihat siapa yang mengamuk  ternyata orang yang saya kenal sewaktu kuliah .”
“lalu apa yang akan kamu perbuat jika laki-laki ini sudah sadar ? “
“memberinya ini.... (sambi menyerahkan sebuah cupcake isi srikaya.) “
“anda memberinya cupcake ini ? “
“iya , sepertinya dia sudah lama tidak makan cupcake ini.” Jawabnya sambil tersenyum
Laki-laki itu bergerak ,membuka matanya secara perlahan dan di terkejut melihat gadis yang di sebelahnya.
“hah.. teeeerrraaa ?ini kamu ? “ katanya
“iya, ini cupcake kesukaanmu . cepat sembuh ya, sebentar lagi pihak RSJ akan datang, bersikaplah dengan baik”
“kamu gila... aku ini gak gila tera, aku masih sadar. “
“buktikan kalau kamu memang tidak gila ! “ kata gadis itu dengan tegas
Tera berdiri, dan bersiap meninggalkan laki-laki itu. Aku masih memperhatikan mereka berdua, tidak ada rasa benci sedikitpun dari mata tera, dia baik sekali.
“ma’af “ kata laki-laki itu dengan nada lirih dan menangis
“tidak  perlu untuk mengatakan kata MAAF “  Kata gadis itu dan dia beranjak pergi. 
"ma'af teraaaaaa....." suara teriakkan laki-laki itu masih terdengar jelas. aku melihat dia si wanita itu pergi begitu saja.  



"apa yang kamu TABUR  , maka itu yang akan kamu TUAI " 
selamat tidur...
proses hidup tidak akan menghianati hasil 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar