Dia mengerti itu salah , dia mengerti kalau dia berucap hal tersebut itu artinya salah dan dosa, dia juga mengerti akan agama yang dia anut, dia juga mengerti bahwa sikap yang kasar seperti itu adalah salah dan dosa, dia juga tau menyakiti hati orang adalah salah dan dosa, dia juga mengerti akan kekesalan yang menyahat hati bahkan sampai berurai air mata, dia mengerti segalanya tapi di balik itu semua dia seperti manusia bodoh yang tak mengerti apa-apa. dia tak mengerti kalau apa yang dia ucakan kasarnya itu salah dan dosa dan jelas kita harus menjaga lisan, bicaralah yang baik. memang manusia tempat salah dan dosa tapi selama kita mengingatkan kawan kita yang salah apa itu lebih baik daripada kita hanya diam membiarkan mereka yang lisannya kurang bisa di jaga. Memang manusia itu tak luput dari kesalahan, tapi sebagai manusia biasa kita juga harusnya bisa mengendalikan emosi dan lisan kita agar yang terucap dari bibir kita tidak salah dan berdosa.
mengenai dosa memang hanya tuhan yang tau dan malaikat yang mencatat semua amal perbuatan kita , tapi sebagai manusia kita kan juga memiliki pikiran dan hati seharusnya bisa berpikir untuk memperbaiki kesalahan. Dia merasa menjadi manusia paling benar sedunia, ucapannya tak ada yang salah, sikapnya benar sendiri, lalu ? manusia macam apa dia ? yang dengan mudah menyakiti hati orang , mudah membully orang, mudah mengucapkan kata-kata kotor, mudah mengejek teman sendiri, mudah melawan yang lebih tua. aku ingat saat dia tertimpa masalah, menurutku itu cukup berat masalahnya, hampir di keluarkan dari sekolah karena pengaduan terhadap dirinya yang mengejek dan menindak juniornya, aku merasa terpukul mendengar hal tersebut lalu aku mengamati prilaku dari dirinya, tetap tak berubah. ! padahal ini kali kedua dia terkena masalah tersebut tetap saja semua itu tak merubah dirinya. mengapa dia tidak bisa belajar dari kesalahannya? tapi ada sedikit perubahan saat kita semua di kelas terdiam, termenung , dia kelihatan sedih , murung, iya mungkin dia memikirkan juga , bagaimana kalau dirinya di keluarkan dari sekolah ini ? iya mungkin. padahal aku tau dia sangat menyayangi ibunya, tapi mengapa ia tak bisa bersikap baik kepada teman-temannya.
Aku menulis ini karena aku tidak bisa meluapkan segala perkataan yang akan ku ucapkan ke dia. Aku malaas berdebat dengan orang seperti itu, toh kita ini makhluk sosial yang nantinya akan saling membutuhkan. aku jadikan semua sikapnya yang kasar itu sebagai motivasi untuk diriku, aku juga bukan manusia sempurna yang tak pernah salah, tapi aku masih memiliki hati untuk merubah diri menjadi lebih baik. aku jadikan dia sebagai penelitian hidup, mengapa dia bisa bersikap seperti itu , mengapa dia mudah sekali berkata kotor seperti itu, mengapa dia bisa bersikap kasar terhadap kawannya sendiri. memang ada yang mengatakan "kalau belum kenal baik, pasti mikirnya dia itu gak baik" oke , saya sudah mengenal dia selama 2 tahun ,kami satu kelas , bagaimana aku tidak memahami sikapnya, jelas saya sangat memahami semua sikap teman-teman ku termasuk dia. 2 tahun yang aku amati dia memang begitu, dari sejak awal bertemu sampai sekarang ini dia tak pernah berubah. Dia bisa bersikap baik kepada orang yg ia sayangi , anggap saja orangtuanya dan pacarnya. dia juga bisa bersikap baik kepada teman dekat sendiriinya.
sakit hati ? hah !
Ada seseorang yang mengatakan begini "jangan mudah memasukkan perkataan mereka jika ucapannya menyakiti hati mu" so ? aku berusaha tidak memperdulikan perkataannya,meskipun aku suka sakit hati jika dia berkata kasar dengan ku atau dengan yang lain, lagi lagi aku harus berusaha tidak memasukkan hati setiap omongannya.....
Jadi sikap apa yang harus aku ambil untuk menghadapi orang seperti itu ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar