Kamis, 11 Februari 2016

Makhluk egois

Dia mengerti itu salah , dia mengerti kalau dia berucap hal tersebut itu artinya salah dan dosa, dia juga mengerti akan agama yang dia anut, dia juga mengerti bahwa sikap yang kasar seperti itu adalah salah dan dosa, dia juga tau menyakiti hati orang adalah salah dan dosa, dia juga mengerti akan kekesalan yang menyahat hati bahkan sampai berurai air mata, dia mengerti segalanya tapi di balik itu semua dia seperti manusia bodoh yang tak mengerti apa-apa. dia tak mengerti kalau apa yang dia ucakan kasarnya itu salah dan dosa dan jelas kita harus menjaga lisan, bicaralah yang baik. memang manusia tempat salah dan dosa tapi selama kita mengingatkan kawan kita yang salah apa itu lebih baik daripada kita hanya diam membiarkan mereka yang lisannya kurang bisa di jaga. Memang manusia itu tak luput dari kesalahan, tapi sebagai manusia biasa kita juga harusnya bisa mengendalikan emosi dan lisan kita agar yang terucap dari bibir kita tidak salah dan berdosa.
mengenai dosa memang hanya tuhan yang tau dan malaikat yang mencatat semua amal perbuatan kita , tapi sebagai manusia kita kan juga memiliki pikiran dan hati seharusnya bisa berpikir untuk memperbaiki kesalahan. Dia merasa menjadi manusia paling benar sedunia, ucapannya tak ada yang salah, sikapnya benar sendiri, lalu ? manusia macam apa dia ? yang dengan mudah menyakiti hati orang , mudah membully orang, mudah mengucapkan kata-kata kotor, mudah mengejek teman sendiri, mudah melawan yang lebih tua. aku ingat saat dia tertimpa masalah, menurutku itu cukup berat masalahnya, hampir di keluarkan dari sekolah karena pengaduan terhadap dirinya yang mengejek dan menindak juniornya, aku merasa terpukul mendengar hal tersebut lalu aku mengamati prilaku  dari dirinya, tetap tak berubah. ! padahal ini kali kedua dia terkena masalah tersebut tetap saja semua itu tak merubah dirinya. mengapa dia tidak bisa belajar dari kesalahannya? tapi ada sedikit perubahan saat kita semua di kelas terdiam, termenung , dia kelihatan sedih , murung, iya mungkin dia memikirkan juga , bagaimana kalau dirinya di keluarkan dari sekolah ini ? iya mungkin. padahal aku tau dia sangat menyayangi ibunya, tapi mengapa ia tak bisa bersikap baik kepada teman-temannya.
Aku menulis ini karena aku tidak bisa meluapkan segala perkataan yang akan ku ucapkan ke dia. Aku malaas berdebat dengan orang seperti itu, toh kita ini makhluk sosial yang nantinya akan saling membutuhkan.  aku jadikan semua sikapnya yang kasar itu sebagai motivasi untuk diriku, aku juga bukan manusia sempurna yang tak pernah salah, tapi aku masih memiliki hati untuk merubah diri menjadi lebih baik. aku jadikan dia sebagai penelitian hidup, mengapa dia bisa bersikap seperti itu , mengapa dia mudah sekali berkata kotor seperti itu, mengapa dia bisa bersikap kasar terhadap kawannya sendiri. memang ada yang mengatakan "kalau belum kenal baik, pasti mikirnya dia itu gak baik" oke , saya sudah mengenal dia selama 2 tahun ,kami satu kelas , bagaimana aku tidak memahami sikapnya, jelas saya sangat memahami semua sikap teman-teman ku termasuk dia. 2 tahun yang aku amati dia memang begitu, dari sejak awal bertemu sampai sekarang ini dia tak pernah berubah. Dia bisa bersikap baik kepada orang yg ia sayangi , anggap saja orangtuanya dan pacarnya. dia juga bisa bersikap baik kepada teman dekat sendiriinya.
sakit hati ? hah !
Ada seseorang yang mengatakan begini "jangan mudah memasukkan perkataan mereka jika ucapannya menyakiti hati mu" so ? aku berusaha tidak memperdulikan perkataannya,meskipun aku suka sakit hati jika dia berkata kasar dengan ku atau dengan yang lain, lagi lagi aku harus berusaha tidak memasukkan hati setiap omongannya.....


Jadi sikap apa yang harus aku ambil untuk menghadapi orang seperti itu ?

Rabu, 03 Februari 2016

zona nyaman

Ini tentang kehidupan seseorang


“selalu ingat bahwa tekadmu untuk sukses lebih penting dari yang lain” - abraham lincoln-
Keluar dari zona nyaman
Iya , hari ini saya akan membahas sedikit mengenai zona nyaman.
Zona nyaman ialah sebuah lingkaran di sebuah lingkungan yang disana terdapat orang tua, saudara,sahabat,seluruh komponen pendukung yang akan membuat kita nyaman dan enggan untuk pergi dari tempat itu. Anggap saja zona nyaman itu sebuah rumah, lalu disana ada ayah , ibu , adik , kakak , dan dalam kamarmu ada komponen pendukung yang membuat mu nyaman sekali berada di kamar, sebut saja dari desain interior kamar, adanya meja belajar yang nyaman, penyejuk ruangan,fasilitas internet, dan masih banyak lagi yang akan membuatmu nyaman di dalam kamar.
Sekarang coba anda lakukan tantangan ini, apakah anda bisa ? jelas saya bisa keluar dari zona nyaman itu dan saya menemukan zona nyaman lainnya di luar kebiasaan saya.
Memang benar rumah adalah tempat paling aman dan nyaman,di dalamnya ada orang yang akan setia menyayangi kita dengan tulus, tapi apa selamanya kita akan berada terus di rumah ? kan tidak. Semakin bertambahnya usia seseorang maka akan semakin tinggi pula tingkat kedewasaannya dan kebutuhan akan hidupnya juga bertambah, mulai dari pendidikan,pangan,sandang,kebutuhan jasmani dan rohani dan kebutuhan lainnya. Kita akan keluar dari zona nyaman itu, mau gak mau kita pasti keluar dari zona nyaman itu , bayangkan saja ketika kamu nanti sudah lulus SMA maka kamu akan melanjutkan ke dunia kuliah, nantinya kamu akan mencari kampus favorit , mencapai apa yang kamu inginkan,menggapai cita-cita,mencari jati diri, dan banyak yang akan kamu lakukan di saat lulus SMA nanti.  Jika kamu terus-terus’an berada di zona nyaman mu saat ini , kapan kamu akan melihat dunia ? beranikan diri kamu untuk melihat dunia,cobalah perlahan untuk keluar dari zona nyaman, karena asal kamu tahu saja di luar sana banyak sekali zona nyaman “baru” yang akan kamu nikmati nantinya saat kamu sudah yakin dengan keputusan kuliah di luar kota, kalau saya menceritakan tentang zona nyaman ke dua saya di sini , dorm , iya asrama adalah zona nyaman saya yang kedua, rumah tetap menjadi zona nyaman pertama. Disini di asrama oh ulangi bukan asrama tapi kampus yang meliputi jurusan,kelas,lapangan hitam dan hijau,kantin,asrama, tempat-tempat itu tersebut takkan jauh dari langkah kami,setiap hari kami menjalani kehidupan kami disana mulai dari terbit fajar sampai tenggelamnya sinar orange tersebut. Kami senang menjalani kehidupan kami “yang seperti ini” senang ? bosan mungkin ada ,pasti ada di benak kami,tapi ini zona nyaman kami orang lain tak bisa mengganggu zona kami ini,saking sudah betahnya di zona ini kami sampai rela tidak keluar dari kandang demi menikmati kegiatan bersama kawan-kawan kami disini, berlari bersama,lompat2 di tempat dengan hitungan infanteri. Banyak hal yang bisa kami lakukan disini, setelah saya tanya kepada teman-teman lain mereka sudah nyaman dan menemukan zona nyaman mereka masing-masing, mereka lebih berani keluar ke zona lain yang terbilang baru malah lebih antusias dan bersemangat . why ? karena kami disini hanya bisa seminggu sekali untuk menikmati udara bebas jadi jika kami keluar maka kami banyak sekali menemukan hal-hal yang menurut kami menarik dan bisa dijadikan pelajaran . kita harus berani dan berlatih terus-menerus untuk keluar dari zona nyaman ,seperti yang di katakan Mas Assad dalam buku Notes from qatar, ‘ There Is No Growth In A Comfort Zone And There Is No Comfort In Growth Zone. I Must Leave My Comfort Zone To Grow”
Jadi teruslah untuk tumbuh dan berkembang .

Kalau zona nyaman tentang cinta ?
Zona nyaman cinta , mungkin aku telah menemukan itu  disini, iya di kelas aku.
Jika kamu bertanya siapa dia , maka akan aku jawab


Masih soal zona nyaman, saya  ga memaksa anda untuk berusaha keras untuk keluar dari zona nyaman, jadi zona nyaman itu ada di mana-mana  tidak hanya ada di rumah, di setiap tempat yang kamu temui,setiap tempat yang kamu singgahi , disana ada zona nyaman yang menanti kamu,jangan pernah takut mencoba, jangan pernah takut untuk pergi sebelum sampai ke tempat tujuan, raih , gapai , bintangmu disana, di tempat tertinggi di tempat yang paling terang disana ada kamu dan suksesmu.