Kamis, 29 Desember 2016

The Last Messages for Nindya


ketika mellow menghasilkan cerita.
selamat sore :) 

                                                The Last Messages  for Nindya

Sudah 3 hari sejak mereka bertengkar, Nindya tidak ada kabar. Ponselnya mati,segala macam bentuk sosial media dia non-aktifkan, dia bagaikan di telan ombak tanpa jejak.
Terakhir Nindya cerita kalau dia sedang ada masalah dengan kekasihnya,entah masalah apa saya pun tidak begitu mengerti. Sudah 15 kali saya datang ke rumahnya namun tetap saja saya tidak bisa menemui batang hidungnya, ibunya selalu bilang kalau Nindya tidak mau di ganggu oleh siapapun. Hanya untuk mandi dan makan saja Nindya baru keluar kamar, dia menjadi bisu seketika. Kata ibunya ,tatapannya kosong,hatinya sunyi,sikapnya dingin. Aku benar-benar benci dengan laki-laki itu yang sudah membuat hidup Nindya seperti itu.
“kamu tau sa , aku benar-benar mengerti tentang kesibukan dia apalagi ini akhir tahun pasti di kantornyas sedang sibuk-sibuknya,tapi apa sesibuk itu sampai-sampai semua Line,sms,BBM, bahkan telfon tak ada respon sama sekali. Berkali-kali aku chatt dia tak ada yang dia read sama sekali, ya sudah ku delete saja nomernya” katanya ketika dia menelfon ku malam-malam, dan selepas dia bercerita esoknya Nindya yang ku kenal berubah.
Ku ketuk pintu kamarnya tidak ada suara,sunyi,kamarnya gelap,pintu kamarnya terkunci. Aku takut Nindya akan berbuat yang aneh-aneh. Tapi aku mendengar sebuah lagu... dari liriknya aku hafal karena itu lagu kesukaan aku dan Nindya tapi tiap aku memanggil selalu tidak ada jawaban, aku benar-benar khawatir.
Waktu begitu cepat berlalu, alarm ku berbunyi. Minggu ini aku sengaja menyetel alarm pukul 6 pagi. Ibu ku memanggil katanya ada tamu untukku. Segera bangkit dari kasur dan cuci muka. Aku turun tangga dan menuju ruang tamu, terkejut.. siapa lagi coba pemilik rambut panjang sebahu dan sangat hitam berkilau kalau bukan Nindy Putri lesmana namanya, memakai dress warna Pink aku hafal itu adalah kado dari ku. segera ku peluk bocah satu ini.
“heii.... kamu belum mandi” katanya
“bodo amat , aku ga peduli. Kangen tau . kemana aja hah ? “ kataku kesal
“gak kemana-mana, di rumah aja. Aku mau pamit...” katanya dengan tenang, aku melihat Nindya seperti terlahir kembali , wajahnya berseri-seri,dia memang cantik,putih mulus dan pipinya cabi meskipun dia kurang tinggi tetap saja dia imut.
“bentar.. tumben pakai baju warna pink...”
“ini kan baju pemberian dari kamu, pengen aja ,warnanya cantik..hehe” katanya usil
“kamu tadi bilang mau pamit ? memangnya mau kemana ? “
“hari ini pesawat nya jam satu siang akan mengantar aku ke Bali ! “ jawabnya tegas.
“hah... kamu mau ke sana sendirian ? “ kataku ragu
“iya.. bye.. ma’af  ya udah bikin kamu bolak-balik ke rumahku. Resa emang sahabat terbaik yang ngertiin aku banget. Sana mandi dan antar aku ke bandara. “
“ouh oke gak masalah. Tunggu 15 menit ya “
Entah apa yang akan di lakukan anak itu, yang aku tau pacarnya itu tinggal di Bali dan Nindya ingin ke Bali dan dia menemui Pacarnya itu.
15 menit kemudian
“mah aku anter Nindya ke bandara dulu, ini mobil aku pakai dulu ya” ijin ku pada mamah yang sedang sibuk memandikan adik kecilku
“iya sa hati-hati,Nindya hati-hati ya”
“iya tante” sautnya kencang
“weeess santai aja kali” kataku sambil melirik kesal padanya.
Jakarta pukul 06.50 WIB lumayan ramai lancar apalagi ini hari Jum’at, dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta Nindya masih diam sambil melihat ponselnya, aku masih fokus menyetir.
“sa kita mampir dulu ke bu ayu yang jualan nasi kuning itu, laper nih “
“oke... “
Kami berdua sarapan dulu di nasi kuning langganan Nindya.lumayan ramai kami menunggu sejenak.
“sa..” panggilnya
“iya nin ada apa, ? “ kataku santai
“sebenernya selama seminggu ini aku terus di kamar,ngurung diri, dengerin lagu melow,sampai nangis dan ga bisa tidur. Mau tau kenapa ? dia selama ini gak ngabarin dan selama seminggu menunggu balesan dari dia. Ini lihat sendiri...” Nindya menunjukkan balasan dari pacarnya itu.
“ma’af ya Nindya baru di balas, ini bukan Bayu. Saya temannya Bayu . selama seminggu ini saya dan teman-teman dekatnya mencoba membuka kunci ponselnya dan setelah berhasil di buka saya berusaha lagi untuk membuka kunci aplikasi Line dan BBM. Saya gak tau apa masalah kalian, tapi saya harus kasih tau  ke kamu kalau Bayu udah gak ada, dia sudah tenang . Bayu gagal operasi transplantasi hati. Saya gak tau kenapa bisa gagal dan apa penyebabnya, tapi ini yang kami ketahui dari pihak rumah sakit. Ma’af kami baru memberitahu mu sekarang. Jika kamu ke bali kabarin ke nomer 09898756XXX saya akan jemput kamu di bandara dan saya antar ke pemakaman Bayu. Sekali lagi Ikhlas kan dia dek. “
Sambil membaca pesan terakhir itu ,mataku berkaca-kaca ,pening, jadi ini yang membuat sahabatku Nindya mengurung diri di kamar. Entah apa yang harus ku lakukan , kulihat Nindya raut wajahnya nampak jelas kalau ia tak percaya mencoba senyum walaupun sakit, aku memeluknya, tangisnya pecah tak dapat di tahan. Kami tidak peduli dengan pikiran orang-orang sekeliling kami. Sesak .

Kami melanjutkan perjalanan, Nindya masih menunggu.aku mengerti sekarang. Kita tidak bisa berandai-andai dalam masalah,berpikir negatif , kita tidak pernah tau yang memang tidak kita ketahui dalam masalah orang. kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya, manusia boleh berencana tapi tetap Tuhan yang akan memutuskan kehendak terbaiknya.