Jumat, 29 Mei 2015

sehangat musim semi








Dari kejauhan aku bisa mengenali laki-laki itu, setelan kaos dengan jaket abu-abunya dan celana jeans yang amat ku kenali style pakaiannya itu.
datang , menatapku lama di bawah pohon sakura yang sedang berjatuhan, aku merasakan dingin sekujur tubuh, mengapa dia ingin bertemu di tepi sungai Okawa, lalu dia mengajakku untuk berjalan menyusuri sakura yang tengah mekar, musim semi tlah tiba. Aku mulai merasakan kehangatan saat tangannya memegang erat tanganku yang kecil ini, aku merasa di jaga olehnya, merasa di lindungi olehnya,merasa kalau dia tak mau kehilanganku, kami duduk di taman dengan bunga sakura yang berjejer ramai di kanan-kiri taman, sejuk.
"ini tidak seperti yang ku bayangkan. awalnya hanya sebuah rasa perhatian biasa yang kuberikan padamu. tapi sekarang jadi berkelanjutan malah seperti kecanduan, setiap kali menatapmu, yang ku pikirkan selalu sama, aku menyukaimu, makin menyukaimu,makin ingin memilikimu,ingin menjadi yang pertama di setiap kau butuh orang untuk bersandar,. tapi kenyataannya aku dan kamu bisa bersama, tapi tak bisa bersatu. aneh ya.. padahal aku sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain selama satu tahun lebih, tapi kehadiranmu, buatku melupakan itu semua. kamu bisa mengubahku, duniaku sesuka hatimu dan aku mau saja duniaku di ubah olehmu asalkan tetap bersamamu, jadi apa aku salah jika rasa suka ini menjadi rasa sayang ? "  katanya dengan wajah datar lalu menatapku lama, senyumannya membuat aku luluh, aku tak bisa membalas ucapannya. Dengan helaan nafas panjang akhirnya aku mengatakan sesuatu atas pernyataannya tersebut

"lalu , apa aku salah hadir di hidupmu ? bukankah ini rencana tuhan , dan semesta yang tlah mempertemukan kita, mungkin kamu tetaplah kamu , aku tetaplah aku , tak bisa ada KITA...kau tau.. Odaiji ni nasatte kudasai.,"
aku  berdiri, menggandeng tangannya, takkan pernah kulepaskan , aku belum siap untuk melepaskanmu, aku belum mau, aku masih takut jika suatu hari nanti aku merindukanmu...
mungkin  aku menyayangimu...
aku ingin menikmati musim semi ini bersamamu, biarlah cerita kita indah dan sehangat muusim semi ini, tahun ini akan menjadi tahun yang penuh kejutan untuk cerita aku dan kamu ,  ulangi . maksudku  "KITA" 


Senin, 18 Mei 2015

sore yang panjang


satu hal yang ku tau tentang kalian adalah "aku menyayangi kalian"
melewati sore yang begitu panjang bersama kalian di lapangan hijau tercinta
~

sore ini aku memiliki banyak cerita dan kepuasan batin. aku bersama teman-temanku satu angkatan mempersiapkan diri untuk semapta esok hari dan pada akhirnya hari itu datang, ya hari ini .
sungguh aku amat takut dan jantungku berdegup kencang tiada henti ini semua melebihi dari orang yang sedang jatuh cinta. satu pleton tlah berlari berlari dan terus berlari, entah sampai berapa ia berlari yang pasti aku melihat wajah mereka yang memerah dan berkeringat, dada sesak penuh ketakutan, bukan takut akan di kejar hantu tapi takut kalau ia yang akan jadi pelari terakhir. sorakan semangat terus menggema di lapangan hijau itu, terus menyemangati rekan kam yang sedang berjuang untuk mendapat di garis finish dengan total lari 8 putaran lapangan hijau, tentu dengan hitungan waktu.
pleton 5 bersiap !
kini giliran pleton ku , aku masih deg-deg'an aku belum mempersiapkan apapun untuk semapta kali ini bahkan lathan untuk push up serta sit up pun belum sama sekali.
"aku takut" kataku dengan nada pelan
"udah tenang aja , nanti di bantu kok sama tarunanya, kita lari sama-sama " kata salah seorang temanku
aku mengiyakan anggapan tersebut dan kini tiba saatnya
"iya , bersedia, awas , mulaiiii..." teriak pengasuh tersebut dan kami telah berlari jauh darinya, aku mencoba berlari untuk jadi yang terdepan, memang benar aku yang paling depan,tapi nyatanya ketika memasuki lap ke 4 aku di dahului oleh 2 orang temanku dan payahnya aku tak bisa mengejar mereka, entah mengapa aku sudah lemas ,lelah , dongkol, ingin mengakhiri semua ini. aku terus berlari dan lari melihat ke bawah dengan tundukan yang pasrah ,kulihat bayang diriku karena pantulan sinar matahari aku bangkit aku tak boleh menjadi yang terakhir lagi seperti dulu, aku tak mau ! dengan kerja keras dan usaha yang besar aku mengeluarkan seluruh tenaga ku sampai lap ke 7 tanpa henti aku terus berlari meskipun aku sudah mulai lelah dan kepayahan, aku hampir menangis karena capeknya tubuh ini, sakitnya kaki ini. temanku laki-laki menarik tanganku dan mengajakku berlari, dengan dorongannya itu aku berhasil mencapai finish dengan sedikit lagi lalu sprint dengan cepat dan yeahhhh   12 menit aku mencapai disana, teriak sekencang-kencangnya dan meluapkan rasa lelahku ini , wajahku memerah tubuhku basah dengan keringat bagiku ini keringat kemenangan aku merasa lebih baik di tahun ini di banding tahun kemarin. aku tersenyum dan memluk temanku "kita berhasil" . setelah beristirahat dan sudah cukup minum kami melanjutkan tes selanjutnya, hal yang paling aku senangi setelah tes sit up ini adalah , memandang langit senja.
sore itu pukul 5 lebih , awan oranye mulai terlihat semilir angin yang membuat suasana menjadi sejuk 46 kali aku sit up , dan aku terbaring memandang langit terbayar sudah capeknya , awan itu indah sekali, mereka bebas terbang kemana saja tanpa aturan tapi mereka bersatu disetiap langkah tak terpisah.
Usai sudah tes SAMAPTA hari ini , satu hari ini penuh dengan cucuran keringat kebahagiaan dan kemenangan, di situ aku melihat betapa berharganya rekan-rekanku ini, mereka spesial bahkan sangat spesial, aku beruntung memiliki mereka, disetiap bagun tidur sampai mau tidur lagi yang kulihat adalah wajah mereka.
mereka itu berbeda, mereka itu sesuatu banget, mereka itu spesial, mereka itu berharga, mereka itu sangat berarti di hidupku, 3 th bukan waaktu yang lama sayangnya,tapi aku akan menjaga seutuhnya rasa kekeluargaan ini dalam pletonku dan angkatanku ,karena aku sangat menyukai angkatan 36 ini.
kami kan lulus bersama dan sukses bersama karena kami selalu bersama dalam susah maupun senang. kami mencari teman bukan lawan,
kami mencari ilmu untuk pengabdian kami nanti untuk INDONESIA , :)







ma'af kalau sedikit agak lebay, ini kahyalan malam sebelum apel,karena ide itu harus segera di tuliskan

Kamis, 14 Mei 2015

Bukan cerita Horror

Malam itu........


Sejenak aku melihat layar laptopku, melihat isi beranda dari atas sampai bawah sebuah status mengejutkanku

"yang lain tengah berdiri asyik menonton pertunjukkan memalukan itu dan kau hanya bisa tertawa , puas kah ?  #3thsilam"

hah status apa ini ? pikirku. aku mengingat 3 tahun silam terjadi kejadian yang tak pernah terlupakan, aku dan kejadian itu bukan sepenuhnya salahku ! dengan keras aku melempar tubuhku ke atas kasur, memandangi langit-langit memejamkan mata. Bayangan akan kejadian memalukan itu terekam kembali dengan jelas, aku yang hanya siswi biasa tak bisa berbuat apa-apa ketika melihatmu di bully di hadapan teman-temanmu sendiri , jelas itu bukan salahku ! kau sendiri yang menjatuhkan harga dirimu sampai pada akhirnya teman dekatmu pun membencimu.
"hei put gak mau mengakui juga kalau kamu menyelinap masuk rungan rahasia itu dan mengambil berkas-berkas soal ujian"
"dengar ya mel , aku gak pernah masuk kesana , itu semua jebakan ! " elaknya keras
"sekalipun kamu mengakui juga tak apa , cukup tau aja kalau kamu cuma ingin dapet nilai bagus sendirian"
"terserah kalian mau percaya atau tidak, yang pasti itu bukan aku" dia terisak dan pergi meninggalkan temannya
"heii put ngaku saja, dasar curang ! hu hu hu curang " teriak teman-teman satu selasar atas dan membully dia. aku berdiri tegap dan menatapnya nanar sebegitukah para teman yang kau anggap teman tidak percaya pada cerita kawannya sendiri.
"kamu.... hah"  dia menangis di hadapanku, matanya merah dan air mata membasahi pipinya dengan derai yang berlinang, aku menatapnya kasihan terhadap hidupnya, terhadap kelakuannya .
"haha... ini kan yang kamu mau , gak enak kan di jauhi teman sendiri yang lebih menyakitkan mereka tidak mempercayaimu" kataku dengan tegas
"kamu... sebenci inikah sama aku ? kamu akan merasakan yang lebih dari ini,kamu akan kehilangan semuanya, semua yang kamu sayangi ! " katanya membalas dengan amarah yang membuncah
"aku akan baik-baik saja put !! " kataku sambil menekankan bagian akhir perkataaku
aku sedikit tertawa melihatnya begitu, bayangkan dia telah merebut posisiku dalam lapangan, dia telah merebut jabatanku dalam OSIS , dia telah merebut kasih sayang dari orang tuaku dan dia telah merebut laki-laki yang kusyangi dan akhirnya dia tiada dalam genggaman wanita tersebut. bagaimana tidak aku membencinya, aku hanya melakukan sedikit kesalahan yang tak sengaja tapi dia malah memperlancar kesalahan yang ku buat, jelas itu bukan salahku.
ruangan rahasia itu adalah ruangan dimana soal-soal ujian di simpan, aku menemukan ruangan itu dalam keadaan terbuka dan ketika aku melihat kedalam jelas soal-soal ujian akhir tertumpuk rapi, mendengar ada yang datang aku segera keluar dari ruangan tersebut dan pulpen yang berada di saku Rok terjatuh dan pulpen tersebut milik Putri. Bodohnya Putri menghampiriku dan mau saja kusuruh periksa ruangan itu dia sangat lama berada di dalam sana sampai guru kami menangkap basah dia dalam keadaan memegang soal tersebut.
Aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya

3 tahun sudah berlalu kami pun lulus bersaama dan memasuki universitas yang berbeda, kini aku bertemu dengannya tepat berada di hadapanku, menatapku , saling memandang dan tersenyum.
dia telah melupakan segalanya dan teman-temanya telah kembali padanya dan aku yang duduk di hadapanya telah siap menjadi editor bukunya yang akan terbit.
sungguh pekerjaan yang amat berat
"bagaimana kabarmu " tanyanya
"seperti yang kau lihat ! aku baik-baik saja "
"sebentar lagi kamu akan kehilangan segalanya ! percayalah "
"oh ya ? siapa disini yang akan bertahan lebih lama ? tak bisa kah kau melupakan kejadian yang tak disengaja itu ? "
"kenapa ? apa kau takut ? kematian Dean bukan karena aku , tapi kau ! "
"siapa yang mengajak jalan Dean , siapa yang menyuruh kamu untuk kencan dengan kekasih orang "
"siapa yang menyuruhnya untuk minum obat flu dan menyuruhnya pulang kerumah "  tukasnya tegas dan mulai membentak, aku tidak tau kalau sehabis itu Dean akan pergi dengan Putri, nyatanya dalam perjalanan mereka sial dan lebih sialnya mengapa bukan wanita itu saja yang mati.
" omong kosong "
''ingat ya , sampai kapanpun aku tidak akan melupakan ini semua ! "
"ingat ya tanpa aku , novel dan artikelmu takkan pernah terbit !!"
"aku bisa mencari editor lain "
"silahkan saja"
aku pergi meninggalkan Putri dengan secangkir coffe yang masih utuh dan mengepul panas, tatapannya belum berkedip sampai aku hilang di antara kerumunan orang yang keluar masuk restoran.
sudahlah lupakan semuanya, ini bukan salahmu . tak seharusnya kau mau menjadi editor untuk novel yang kesekian kalinya itu, bagaimana kalau dia ingin menghancurkan hidupku, mengambil semuanya yang ku punya , ouh TIDAKKK . Pikirku dalam-dalam....
lagu Tulus telah berhasil menenggelamkanku dalam antukan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit aku mulai terpejam dan terbawa oleh mimpi. Tertidur dan terbangun dari mimpi yang buruk akan Dean dan Putri.
"hah , itu mimpi kah " lirihku dalam hati , suara pintu terbuka
"BUKAN Tan !!!! " sosok wanita muda dengan stik tinggi yang tajam berdiri mematung di depan pintu kamarku dengan senyuman sinis yang menyeramkan. Dan tongkat stik tersebut seperti siap menusukku
"kau harus meminta ma'af pada Dean tan , kau harus merasakan penderitaanku karenamu"
"AAAAAAKKKKKK............."

Malam itu kamar hotel 911 telah penuh dengan garis polisi dan bercak darah, aku bisa melihat diriku sendiri sedang di bawa oleh ambulan dan segera di otopsi, apa yang terjadi ? mengapa aku ?
Tiada............










*hasil lamunan menatap bintang di Maleo*

Jumat, 01 Mei 2015

bukan separuh hati

"karena aku ada yang punya , tapi separuh hati ini untukmu ?" 

berawal dari facebook baruku , itu kata lirik lagu , bagi saya berawal dari kurve ruang makan merpati.
alright, merpati memang memiliki cerita yang indah dan beragam disini juga beragam berbagai pendapat , cinta itu tidak hanya untuk pacar tapi cinta itu milik semua :) 


Sebuah cuplikan lirik lagu dari sebuah Band terkenal di indonesia, separuh  hati ? kalau udah bicara soal hati itu udah susah dan kebayang kan gimana serunya kalau ngomongin masalah hati bareng2 temen cewek .
Bagi saya, cinta itu seperti burung merpati sama setianya , sama sucinya, sama putihnya, sama tulusnya. Warna bulunya yang putih bersih menggambarkan sebuah lambang cinta yang utuh nan suci, dimana hanya ada dua insan yang menjalin kasih dan sayang, berjuang dan berkorban,meredam rasa egois demi pasangan agar kami bahagia. Membahagiakan seseorang yang kita sayang itu indah banget dan ada rasa kepuasan batin yang menjulang, coba bayangkan disaat orang yang kita sayang sedang murung atau bersedih , lalu kita datang berniat menghibur dan menemani, mendengarkan curahan hatinya,keluh kesahnya,masalahnya sampai pada akhirnya kita memberikan saran padanya lalu menghibur hati yang sedang sedih dan dia tersenyum bahkan ia tertawa. Bahaagia karena kita . because of you !
Membahagiakan orang-orang yang kita sayang tidak hanya pacar/kekasih, sebut saja keluarga, ibu , ayah , kakak, adik , sahabatmu. Mereka itu adalah orang-orang yang amat kamu sayangi,mereka selalu ada disaat kalian butuh maupun tidak, disaat kalian senang maupun sedih. Jangan berfikir jauh2 tentang pacar kita sendiri, dia juga memiliki dunianya sendiri , dia juga ingin menikmati dunianya sendiri, menjalankan hobynya, menjalankan pekerjaan2nya, tugas-tugas kuliahnya dll. Tapi peran keluarga itu jauh lebih penting dan mereka adalah orang yang paling dekat dengan kita, jangan pernah takut kalau di dunia ini tak ada lagi yang memberimu perhatian, jangan pernah takut kalau di dunia ini tak ada lagi yang menegurmu jika kamu salah. Masih ada Ibu , tuhan senantiasa menegurmu jika kamu salah, dengan memberikan sebuah masalah serta cobaan itu semua adalah cara tuhan untuk menegurmu memberimu perhatian lebih agar nantinya kalian bisa intropeksi diri. Jangan lupa masih ada orang yang paling setia di dunia ini, bahkan kekasihmu/pacarmu pun kalah setianya dengan ini, ibu. Ibu sosok perempuan yang paling setia , selalu mendampingi anak-anaknya tanpa kenal letih.


Jangan pernah takut kehilangan kasih sayang, masih ada ibu dan sahabat-sahabatmu . 
percayalah orang-orang disekitarmu didekatmu itu sangat menyayangimu 
salam sayang <3 :)