Kamis, 07 April 2016

Untukmu

Hari ini begitu cerah, aku bersandar pada pohon rindang yang biasa aku sebut pohon pembawa tidur kemudian angin lagi-lagi menyapa ku dan membuat aku terpejam, aku bisa menceritakan keluh peluh ku pada nya.

Sudah 2 minggu ini aku tidak menyapa dia, tidak memberi pesan padanya. katanya dia sudah tidak ingin mendengar kabar tentangku, jadi dari apa yang bisa aku lakukan adalah tidak menghubunginya lagi. selamanya ? tanyanya
ya tidak lah , mana mungkin aku bisa tahan dan sabar jika selamanya tidak menghubungi orang itu, ingat ya waktu 8 bulan itu merupakan waktu yang cukup lama jika hanya pendekatan, disaat sudah saling serius , semuanya hancur katanya lebih baik kita berteman saja. apa sih yang dia fikirkan ? tapi semakin berjalan nya waktu , aku semakin mengerti dan memahami pemikirannya, sayangnya hati ini belum mau untuk menjauhi, hh menjauhi ? bukan , maksud aku meninggalkan dia begitu saja. emmmm bukan, meninggalkan perasaan ini, aku sudah terlanjur terbiasa dengan dia , semua kegiatan , setiap kegiatan kita melaksanakan bersama, selalu kompak satu tim, sama-sama sudah terbiasa berssama , lalu dengan mudah kita menjauh begitu saja, ya tuhan aku tidak bisa menepati ini jika aku bisa. aku tidak tau apakah aku menyukainya atau tidak, aku tidak pernah menyadari jika hati ini merasakan sesuatu , setiap kali melihat dia dalam barisan terdepan sambil memainkan stik dengan talinya yang menyatu itu membuat bibir ini tersenyum geli, dia begitu menikmati setiap alunan musih yang berdendang, setiap ketukan dari sneir, setiap tiupan merdu dari terompet dan pukulan bassdrum yang keras , sambil bergoyang ala korps kalian bersama-sama, aku begitu senang melihatmu tersenyum dan tertawa, manis sekali. bahkan hati ini ikut bahagia, artinya kau sedang dalam keadaan bahagia tidak tertekan atau sedih, meskipun aku tau hatimu sangatlah tertekan dan lelah. aku juga tau betapa lelahnya kamu jika kami melakuakan sebuah kesalahan, maka kamu yanga akan di panggil , terkadang aku mendengar sebuah caci maki dari yang lebih tinggi , hati ini ikut marah dan kesal. tapi kamu bisa bilang , sabar saja.
sudah berapa banyak kamu mengatakan sabar dan sabar. tapi aku juga tak akan bosan mengingatkan kamu untuk bilang , jangan lupa tersenyum. kalimat itu seperti sebuah kode untuk kita. bahkan di ponselmu dilayar pembuka tertulis "jangan lupa tersenyum :) " ouh ... haha... lucu jika aku ingat tentang kisah itu, rasanya seperti dekat sekali, kini kita jauh sekali. semuanya tidak bisa terulang lagi, keputusan mu adalah keputusanmu , aku tidak bisa mengubahnya atau memprotes . menuruti apa mau mu , iya  menjauhlah biarkan dia pergi dan kamu juga bisa pergi dengan tenang.
biarlah kisah kalian terkubur dalam-dalam dan kalau perlu semua orang tidak tau akan kedekatan kalian.
awan mengapa kamu begitu jahat..... tak bisa kah kamu memberikan solusi terbaik.
itu adalah solusinya, kalian tidak bisa bersamanya, katanya seperti itu, sudahah lupakan saja. masih banyak yang harus kamu capai .
prestasi dan cinta akan bagus jika semua itu seimbang dan diiringi dengan doa dan ibadah .

sekarang bangunlah dari tidur mu dan lanjutkan aktivitas mu sesuai rencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar