Bahwa segala pemandangan alam yang tercipta memiliki keindahan dan ceritanya masing-masing. aku persembahkan ini untuk kalian... para Cinlok 36 , hehe... peace, salam dua jari...
***
36 Tanda dia kembali
Laki-laki itu masih berdiri menghadap laut biru yang sebentar lagi matahari akan tenggelam di dalamnya kelak hari ini akan berakhir dan malam akan datang. tangannya masih didalam saku celananya , aku menghampiri dia beriri disampingnya melihat wajahnya yang manis,teduh,teguh,nyaman sekali rasanya... siluet wajahnya tersenyum semakin manis saja laki-laki yang ada disampingku ini, aku tersenyum dan dia menengok ke arahku, aku masih menatapnya kedua tangannya meraih tanganku dan menggenggam nya, kami saling menatap melihat kedua matanya yang cerah hidungnya yang mancung dan senyumnya yang semakin membuatku meleleh di hadapannya, aku hanya bisa tersenyum....
"kamu mau apa ? "
"melihat sunset bersama orang yang ku sayang "
"who ? "
"you , ay "
"hah , me ? really ? "
"kamu gak kangen apa sama aku ? katanya dengan nada ngambek, aku geli mendengarnya..
jelas aku tak menjawab apapun , apa perlu dia menanyakan hal tersebut ? kurasa Tidak !
aku berpaling ke depan, menatap sang surya yang sebentar lagi akan tenggelam. memang melihat sunset bersama orang terkasih itu sangat lah indah dan menyenangkan. pertama kali aku menyadari kalau hatiku ternyata merindukan dia adalah saat liburan semester lalu , satu kelas kami mengadakan jalan-jalan, holiday kala itu diadakan di sebuah pantai di Jawa Timur yang kebanyakan orang itu adalah Pantai Klayar yang terletak di Pacitan. saat itu juga , aku melihat matahari tenggelam dan setelah pemandangan indah itu berakhir , disampingku sudah ada dia , Fio , laki-laki yang telah hadir di hidupku selama 3 tahun lamanya dan aku baru menyadari saat sunset itu juga.
"io ngapaiinn ? " kataku dengan gugup
"liat sunset, bagus banget ya " katanya sambil tersenyum
"iya.."
"kamu ga mau nemenin aku dulu disini ? "
"ngapainn ? "
"nemenin, menemani dan menjalani serta hadir di hidupku untuk selamanya "
"kamu pasti lagi bercanda , haha... "
"engga kok , kamu fikir sikap aku yang dari kemarin-kemarin itu bercanda , nolongin kamu pas kamu tenggelam , nolongin kamu pas kena tilang , nolongin kamu pas nyetir mobil , semua itu bercanda ? dan kenapa kamu selalu minta bantuan ke aku ? why ? "
"iya pas kebetulan aja kamu disana , dan otak aku cuma kepikiran kamu yang sekiranya bisa bantuin aku , jangann GGR deh "
"kok jadi gugup gtu " katanya dengan wajah mendekatkan ke arahku, membuatku risih dan jadi deg-deg-an "apaan ini, kenapa jantungku berdebar, gak mungkin lah aku suka dengan dia.
"eeennggaa kok , aku mau cari makan dulu deh "
"jadi beneran kamu gak mau sama aku ?"
"mau apa ? "
"jadi pendamping hidup aku "
"kita kan masih kuliah , masih setahun lagi "
"emang kamu fikir setelah kita jadian trus langsung nikah gtu... ay ay... otaknya di pake dikit to "
"emm,, kamu mah gtu , males jadinya "
"iya , iya deh ma'af. gitu aja marah, udah aku tau pasti jawabannya iya "
"iya apa ? iya udah... tapi kamu harus bilang sekeras-kerasnya ke sana ke laut lepas supaya seluruh alam mendengar dan jadi saksi" kataku sambil menunjuk laut lepas yang ada di hadapannya
"uh lebay banget sih..lihat ini "
"aynaaa.... I LOVE YOU , AKU SAYANG SAMA KAMU, POKOKNYA KAMU HARUS MENEMANI HARI-HARI AKU , KAMU PEREMPUAN TERBAIK DAN LANGKA YANG PERNAH AKU JUMPAI"
"Hah ? " aku terkejut dengan ucapan terkahirnya , langka ? dia fikir aku apa ?"
dia tersenyum , dan hari itu kami mulai menjalin cinta...
alangkah sayang, aku pergi meninggalkan dia ke London....
to be continued....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar