entah mengapa saat ini aku sedang meraskan gundah gelisah yang menyebalkan, mungkin semacam badmood atu sedang malas mengerjakan sesuatu, aku ingin menangis,aku ingin marah,aku emosi,aku ingin berteriak di hutan yang sunyi , hanya pohon-pohon tinggi yang mendengar teriakkanku, mereka diam membisu, menjadi saksi bisu atas kekesalanku pada hari ini, aku sedang MERINDUKAN seseorang yang amat aku sayangi dan aku cintai ! tapi aku tak bisa berbuat apa-apa karena terikat aturan itu , aturan yang bagiku tak punya perasaan, ini hari libur kami , tapi mengapa kami tak bisa meraskan liburan kami dengan tenang dan bahagia, tahukah anda ! kami ini hanya seorang remaja yang baru saja lulus SMA , lalu kami melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi utk menggapai cita-cita kami, tapi setelah kami menjalani ,melewati PROSES ini dengan keringat serta air mata, kerja keras, keteguhan hati, kesabaran yang luar biasa. dan pada hari ini kali pertama bagi kamii semua para teruna/i menjalani ibadah Ramadhan di kampus tercinta ini, aku iri dengan teman2ku yang sudah lebih dulu libur di banding kami sekolah kedinasan ! kami berusaha tidak protes karena kami sadar akan nama almamater dan instansi ini , tanggung jawab dan keikhlasan hati untuk melayani masyarakat, mengayomi , memberikan jasa dan ilmu yang telah kami dapatkan disini.
tapi aku ? seorang gadis remaja yang akan tumbuh menjadi dewasa ini , masih sangat jauh dari kata dewasa ! aku masih belum ikhlas bila harus berpisah dari Ibu ku, y IBU ku , aku seperti tak bisa hidup tanpa dia, keseharianku,setiap jam , menit, detik aku selalu melihat dia, sekaarang hanya sebulan sekali , atau lebih berat 3 bulan sekali,
jujur saja, aku ini lemah bu , aku ini tidak sekuat yang kalian bayangkan, aku hanya menguatkan diriku sendiri demi kalian, aku pura-pura tersenyum di hadapan kalian, padahal aku sangat merindukan kalian. aku selalu menangis diam2 dalam doaku, mendoakan kalian agar kalian sehat selalu, agar aku bisa melihat senyummu yang menyejukkan hati.
Ibu...
kau itu pelita kami, kau itu sandaran kami , kau itu makhluk paling sempurna yang tuhan ciptakan, selalu ada saat kami sedang senang atau sakit. jika aku sakit kau dengan penuh sabar mengurusku,menemaniku, sekarang ? jika aku sedang sakit, bukan kamu yang ada di dekatku, lihatlah , betapa sedihnya aku tanpa kamu. aku memang belum siap untuk jauh darimu, aku masih sangat bergantung denganmu, meskipun kau tak rela anakmu untuk menempuh pendidikan disini, percayalah aku melakukan ini demi kalian, agar kalian bahagia. tak apa hatiku menjerit kesal dan menangis sendirian tanpa ada usapan lembut darimu.
seperti katamu, "kamu harus kuat, tidak lama lagi kamu juga akan menjalani kehidupan yang sesungguhnya"
Ibu.. sungguh anakmu ini sangat merindukan , ingin memelukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar